Capaian Investasi Karanganyar Tahun 2020 Melebihi Target
KARANGANYAR - Capaian
investasi di Karanganyar tahun 2020 mampu melampaui target yang direncanakan.
Tak tanggung –tanggung lampauan target investasi tersebut mencapai hampir 150
persen.
Data yang diperoleh dari
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Karanganyar memperlihatkan, target investasi Karanganyar tahun 2020 mencapai Rp
2.024.000.000.000,00.
Sementara realisasi investasi tahun 2020 Rp 2.978.616.166.962,00. Disebutkan dalam data tersebut realisasi investasi tersebut sebesar 147,16 persen dari target.
Data tersebut
bersumber dari 2 input yaitu Online Single Submission (OSS) serta dari
Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Data dari OSS memuat nilai
investasi/modal kurang dari Rp 500 juta.
Lima besar bidang
investasi yang masuk data OSS adalah perdagangan/reparasi sebesar 44,64 persen,
hotel dan restoran (11,26 persen), jasa lain (10,37 persen), tanaman
pangan, perkebunan dan peternakan (9,63 persen), makanan (5,71 persen), dan
lainnya (18,39 persen).
Pabrik plastik di Dusun Duwet, Desa Brujul, Kecamatan Jaten, Karanganyar.
Sementara investasi
yang masuk dalam data LKPM yang merupakan investasi diatas Rp 500 juta, berasal
dari 55 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal
Asing (PMA).
Jumlah PMDN yang
berinvestasi mencapai 38 perusahaan dengan total nilai investasi Rp
74.480.600.000,00. Sementara jumlah PMA yang berinvestasi ada 17 perusahaan
dengan nilai investasi Rp 195.691.402.791,00.
Data dari LKPM
tersebut merupakan capaian investasi sampai dengan triwulan III tahun 2020 yang
mencapai Rp 270.172.003.791,00.
Kepala DPMPTSP
Karanganyar, Timotius Suryadi mengungkapkan, lima bidang investasi
terbesar yang masuk Kabupaten Karanganyar adalah kimia dan farmasi mencapai Rp
73.962.000.000,00 (27,38 persen).
Berikutnya industri
makanan Rp 43.194.000.000,00 (15,99 persen). Kemudian industri tekstil Rp 27.688.500.000,00
(10,25 persen). Lalu perdagangan dan reparasi Rp 24.613.500.000,00 (9,11
persen) serta perumahan dan kawasan industri dan perkantoran Rp 5.064.000.000,00
atau (1,87 persen).
‘’Adanya pandemi
Covid-19 memang memberi pengaruh. Namun kita membuat treatment agar tidak
menggangu investasi yang masuk ke Karanganyar,
Timotius menyebut ada
beberapa faktor yang menjadi trigger terlampauinya capaian
investasi di Karanganyar pada tahun 2020 termasuk diantaranya adanya Perda RT
RW Kabupaten Karanganyar.
Adanya jalan tol di
Karanganyar yang mempermudah akses masuk Karanganyar juga jadi pendorong.
Selain itu, wilayah
Karanganyar yang menjadi daerah tujuan wisata turut memicu investasi,’’
Ditambahkan Timotius,
capaian investasi Karanganyar yang melampaui target tersebut sudah direncanakan
sejak jauh-jauh hari.
Diketahui, target
investasi Karanganyar tahun 2020 tersebut berdasarkan usulan target Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perubahan (2018-2023).
‘’Investasi yang ada
di Karanganyar itu tidak hanya investasi baru tapi ada pula yang berupa
peningkatan kapasitas produksi dari investasi yang sudah ada sebelumnya.
Rata-rata seperti itu.Prosentasenya berapa dari keduanya belum ada data,’’
kata Timotius.-joe
Courtesy of Koran Lingkar Jateng/ lingkar.co

Comments
Post a Comment